Pembelajaran guru dan
siswa tidak harus selalu melibatkan kelas sebagai ruangan penyampaian
pembelajaran. Proses pembelajaran kini dapat dilakukan pada medium apa saja,
seperti taman sekolah, lapangan, maupun di rumah masing-masing. Namun, tetap
pada pembelajaran formal proses belajar mengajar haruslah dikontrol oleh guru.
E-learning merupakan salah satu model pembelajaran yang diprediksi dapat
meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pembelajaran e-learning
ini, dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah, terkontrol maupun tanpa kontrol. Dengan berbantuan internet, e-learning memudahkan siswa
untuk melatih melakukan perluasan pengetahuan dan wawasan.
Pembelajaran E-Learning merupakan proses pembelajaran menggunakan perangkat
internet termasuk juga dalam bentuk virtual class (kelas maya), pembelajaran
e-Learning dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.
Nah disini
saya menggunakan pembelajaran berbasis blog. Yang mana
pembelajaran bebasis Blog merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan
media situs website yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran
berbasis Blog merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik
(e-learning).
Materi-materi
dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui
media internet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, serta
televisi interaktif. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari
e-learning itu bisa bervariasi tergantung dari penyelenggara kegiatan
e-learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan
penggunaannya.
Bila dirancang dengan
baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis blog bisa menjadi pembelajaran yang
menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi, menyebabkan peserta
didik mengingat lebih banyak materi pelajaran, serta mengurangi biaya-biaya
operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti
pembelajaran. Dikarenakan sifatnya maya/virtual, pembelajaran berbasis
blog dianggap telah memberikan fleksibilitas terhadap kegiatan
pengaksesan materi pembelajaran. Penghantaran materi pembelajaran kini tidak
lagi tergantung pada medium fisik seperti buku pelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini berbentuk data
digital yang bisa diuraikan melalui perangkat elektronik seperti computer,
smartphone, telepon selular atau piranti elektronik lainnya.
Pembelajaran berbasis
blog dibangun melalui beberapa prinsip yang berperan dalam menentukan
keberhasilan proses pembelajaran ini pada tahap implementasi. Hal yang membuat
pembelajaran berbasis blog ini efektif pada dasarnya bergantung pada
pandangan dari pemegang kepentingan. Oleh karenanya sangat sulit untuk
menentukan prinsip utama yang setidaknya harus ada dalam pembelajaran berbasis
blog.
Menurut Rusman (2011) prinsip
pembelajaran berbasis blog adalah:
1. Interaks
Interaksi berarti
kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau
menggunakan pembelajaran berbasis blog yang sama. Dalam lingkungan
belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antar peserta, maupun
antara peserta dengan instruktur.Interaksi membedakan antara pembelajaran
berbasis blog dengan pembelajaran berbasis komputer. Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran
berbasis blog tidakberkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang
lain (baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi
bahkan waktu yang sama. Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan
antarmanusia, tetapi uga menyediakan keterhubungan isi, di mana setiap orang
dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi
dengan berkomunikasi.Hal tersebut menciptakan lapisan belajar ter¬dalam yang
tidak bisa diciptakan oleh pengembangan media.
2. Ketergunaan
Ketergunaan yang
dimaksud di sini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan blog.Terdapat dua
elemen penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan
kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis blog
ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga
siswa tidak mengalami kesulitan balk dalam proses pembelajaran maupun navigasi
konten (materi dan aktivitas belajar lain).
3. Relevansi
Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan.Setiap informasi dalam blog
hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkat¬kan pemahaman pembelajar dan
menghindari bias.Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada
waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan
e-learning yang berhasil melakukan kombinasi ini.Hal ini melibatkan aspek
keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten
materi.
Pada presentasi E-learning kimia hasil
pengembangan ini saya menggunakan Blog sebagai media pembelajaran untuk
berinteraksi dengan peserta didik. Untuk lebih jelasnya silahkan cek blog saya.
PERMASALAHAN
1. Menurut pendapat Anda, apakah efektif jika pembelajaran berbasis
E-learning di gunakan di dalam proses pemebelajaran? Jelaskan
2. Menurut pendapat anda, apakah kelebihan dan kekurangannya
jika pembelajaran berbasis E-learning di gunakan di dalam proses pemebelajaran?
Jelaskan
3. Dalam pembelajaran berbasis E-learning, evaluasi yang
bagaimana yang lebih efektif digunakan? Jelaskan serta alasan anda!
4. Manakah yang lebih efektif pembelajaran dengan tatap muka seperti videocall atau berkirim materi baik dalam bentuk powerpoint maupun video saja?
4. Manakah yang lebih efektif pembelajaran dengan tatap muka seperti videocall atau berkirim materi baik dalam bentuk powerpoint maupun video saja?
Saya akan menjawab permasalahan no 3. Evaluasi yang memunculkan kreatifitas siswa dalam menjawab soal. Akan lebih baik berupa argument dan pemahaman.
BalasHapusBaiklah, saya akan mencoba menjawab permasalahn ke-2
BalasHapusKelebihan dan kekurangan e-learning adalah sebagai berikut :
A. Kelebihan
1) Kegiatan pembelajaran bisa dilakukan kapa saja dan dimana saja asalkan ada akses internet
2) Tidak membutuhkan ruang khusus untuk tatap muka dan mempersingkat waktu pembelajaran, efisiensi waktu dan biaya.
3) Kehadiran dan penilaian dapat dengan mudah dinilai dari keaktifan siswa dalam berpartisipasi pada kegiatan e-learning
4) Pada pembelajaran e-learning siswa akan dituntut untuk lebih aktif karena penilaian didasarkan pada partisipasi siswa di forus e-learning
5) Meningkatkan kemampuan belajar mandiri, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pihak pengajar
6) Mudahnya berkomunikasi, dan berbagi bahan ajar.
7) Materi pembelajaran sangat mudah diakses dan dimiliki oleh setiap siswa.
8) Meningkatkan kemampuan siswa dan guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi.
B. Kekurangan
1)Sulitnya mengontrol etos belajar masing-masing siswa, mereka yang malas tentunya akan sangat tertinggal dibelakang.
2) Kesulitan bisa muncul sewaktu-waktu terdapat masalah pada koneksi internet.
3) Model pembelajarannya terbatas hanya pada bentuk diskusi forum dan tanya-jawab soal. Sangat mungkin ada materi-materi tertentu yang tidak bisa disampaikan dengan e-learning. Misalnya pembelajaran yang memerlukan praktek
4) Tidak semua daerah memiliki koneksi internet yang memadai
5) Dibutuhkan fasilitas yang tidak murah untuk menjalankan kegiatan elearning.
6) Bagi pengajar dan siswa yang tidak familiar dengan penggunaan internet pembelajaran e-learning justru bisa memperlambat kegiatan belajar mengajar.
7) Menurunya kemampuan sosial siswa karena terbiasa melakukan interaksi secara tidak langsung
Baiklah saudari inggi saya akan menjawab permasalahan anda yang pertama , menurut saya e-learning sangat efektif karena ia dapat menghemat waktu dan dapat diakses dimana saja. Kemudian hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan siswanya sehingga nanti sebagai guru kita dapat menyesuaikan dengan jenis E-learning yg ada.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 4.
BalasHapuslebih efektif yaitu pembelajaran e=learning dengan tatap muka, contohnya video call yang dapat dilakukan dengan menggunakan line ataupun aplikasi lainnya. karena dengan bertatap muka seperti itu, kita lebih mengetahui mana siswa yang main-main dan siswa yang serius. dan juga siswa lebih bisa memahami materi jika melihat gurunya menjelaskan lewat video call tersebut. namun dalam video call itu juga dapat kita tampilkan video ataupun powerpoint agar lebih dimengerti.