Jumat, 04 Mei 2018

PRESENTASI E-LEARNING KIMIA HASIL PENGEMBANGAN


Pembelajaran guru dan siswa tidak harus selalu melibatkan kelas sebagai ruangan penyampaian pembelajaran. Proses pembelajaran kini dapat dilakukan pada medium apa saja, seperti taman sekolah, lapangan, maupun di rumah masing-masing. Namun, tetap pada pembelajaran formal proses belajar mengajar haruslah dikontrol oleh guru. E-learning merupakan salah satu model pembelajaran yang diprediksi dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pembelajaran e-learning ini, dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah, terkontrol maupun tanpa kontrol. Dengan berbantuan internet, e-learning memudahkan siswa untuk melatih melakukan perluasan pengetahuan dan wawasan.  Pembelajaran E-Learning merupakan proses pembelajaran menggunakan perangkat internet termasuk juga dalam bentuk virtual class (kelas maya), pembelajaran e-Learning dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.
Nah disini saya menggunakan pembelajaran berbasis blog. Yang mana pembelajaran bebasis Blog  merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs website yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis Blog merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning).
Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media internet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, serta televisi interaktif. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari e-learning itu bisa bervariasi tergantung dari penyelenggara kegiatan e-learning tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaannya.
Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis blog bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi, menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran, serta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran. Dikarenakan sifatnya maya/virtual, pembelajaran berbasis blog  dianggap telah memberikan fleksibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Penghantaran materi pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku pelajaran cetak atau CD-ROM.  Materi pembelajaran kini berbentuk data digital yang bisa diuraikan melalui perangkat elektronik seperti computer, smartphone, telepon selular atau piranti elektronik lainnya.

Pembelajaran berbasis blog  dibangun melalui beberapa prinsip yang berperan dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran ini pada tahap implementasi. Hal yang membuat pembelajaran berbasis blog  ini efektif pada dasarnya bergantung pada pandangan dari pemegang kepentingan. Oleh karenanya sangat sulit untuk menentukan prinsip utama yang setidaknya harus ada dalam pembelajaran berbasis blog.
            Menurut Rusman (2011) prinsip pembelajaran berbasis blog adalah:
1.      Interaks
Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis blog  yang sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antar peserta, maupun antara peserta dengan instruktur.Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis blog dengan pembelajaran berbasis komputer. Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis blog  tidakberkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama.   Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antarmanusia, tetapi uga menyediakan keterhubungan isi, di mana setiap orang dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi.Hal tersebut menciptakan lapisan belajar ter¬dalam yang tidak bisa diciptakan oleh pengembangan media.
2.      Ketergunaan
Ketergunaan yang dimaksud di sini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan blog.Terdapat dua elemen penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis blog  ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan balk dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktivitas belajar lain).
3.      Relevansi
      Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan.Setiap informasi dalam blog hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkat¬kan pemahaman pembelajar dan menghindari bias.Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang berhasil melakukan kombinasi ini.Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten materi.

 Pada presentasi E-learning kimia hasil pengembangan ini saya menggunakan Blog sebagai media pembelajaran untuk berinteraksi dengan peserta didik. Untuk lebih jelasnya silahkan cek blog saya.


PERMASALAHAN
1.  Menurut pendapat Anda, apakah efektif jika pembelajaran berbasis E-learning di gunakan di dalam proses pemebelajaran? Jelaskan
2. Menurut pendapat anda, apakah kelebihan dan kekurangannya jika pembelajaran berbasis E-learning di gunakan di dalam proses pemebelajaran? Jelaskan
3.     Dalam pembelajaran berbasis E-learning, evaluasi yang bagaimana yang lebih efektif digunakan? Jelaskan serta alasan anda!
4. Manakah yang lebih efektif pembelajaran dengan tatap muka seperti videocall atau berkirim materi baik dalam bentuk powerpoint maupun video saja?


4 komentar:

  1. Saya akan menjawab permasalahan no 3. Evaluasi yang memunculkan kreatifitas siswa dalam menjawab soal. Akan lebih baik berupa argument dan pemahaman.

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya akan mencoba menjawab permasalahn ke-2

    Kelebihan dan kekurangan e-learning adalah sebagai berikut :
    A. Kelebihan
    1) Kegiatan pembelajaran bisa dilakukan kapa saja dan dimana saja asalkan ada akses internet
    2) Tidak membutuhkan ruang khusus untuk tatap muka dan mempersingkat waktu pembelajaran, efisiensi waktu dan biaya.
    3) Kehadiran dan penilaian dapat dengan mudah dinilai dari keaktifan siswa dalam berpartisipasi pada kegiatan e-learning
    4) Pada pembelajaran e-learning siswa akan dituntut untuk lebih aktif karena penilaian didasarkan pada partisipasi siswa di forus e-learning
    5) Meningkatkan kemampuan belajar mandiri, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pihak pengajar
    6) Mudahnya berkomunikasi, dan berbagi bahan ajar.
    7) Materi pembelajaran sangat mudah diakses dan dimiliki oleh setiap siswa.
    8) Meningkatkan kemampuan siswa dan guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi.

    B. Kekurangan

    1)Sulitnya mengontrol etos belajar masing-masing siswa, mereka yang malas tentunya akan sangat tertinggal dibelakang.
    2) Kesulitan bisa muncul sewaktu-waktu terdapat masalah pada koneksi internet.
    3) Model pembelajarannya terbatas hanya pada bentuk diskusi forum dan tanya-jawab soal. Sangat mungkin ada materi-materi tertentu yang tidak bisa disampaikan dengan e-learning. Misalnya pembelajaran yang memerlukan praktek
    4) Tidak semua daerah memiliki koneksi internet yang memadai
    5) Dibutuhkan fasilitas yang tidak murah untuk menjalankan kegiatan elearning.
    6) Bagi pengajar dan siswa yang tidak familiar dengan penggunaan internet pembelajaran e-learning justru bisa memperlambat kegiatan belajar mengajar.
    7) Menurunya kemampuan sosial siswa karena terbiasa melakukan interaksi secara tidak langsung

    BalasHapus
  3. Baiklah saudari inggi saya akan menjawab permasalahan anda yang pertama , menurut saya e-learning sangat efektif karena ia dapat menghemat waktu dan dapat diakses dimana saja. Kemudian hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan siswanya sehingga nanti sebagai guru kita dapat menyesuaikan dengan jenis E-learning yg ada.

    BalasHapus
  4. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 4.
    lebih efektif yaitu pembelajaran e=learning dengan tatap muka, contohnya video call yang dapat dilakukan dengan menggunakan line ataupun aplikasi lainnya. karena dengan bertatap muka seperti itu, kita lebih mengetahui mana siswa yang main-main dan siswa yang serius. dan juga siswa lebih bisa memahami materi jika melihat gurunya menjelaskan lewat video call tersebut. namun dalam video call itu juga dapat kita tampilkan video ataupun powerpoint agar lebih dimengerti.

    BalasHapus

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN REVOLUSI INDUSTRI ERA 4.0

Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini mema...