Pembelajaran berbasis web adalah suatu proses pembelajaran yang mana dilakukan
dengan memanfaatkan jaringan internet, sehingga sering disebut juga
dengan e-learning. Internet merupakan jaringan yang terdiri atas
ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang
terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauanya mencakup
seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam
berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan.
Pembelajaran
berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media
situs (websites) yang bisa di akses melalui jaringan internet.
Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal dengan “Web Based
Learning” merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran
elektronik (e-learning).
E-Learning merupakan proses dan kegiatan
penerapan pembelajaran berbasis web (Web Bases Learning), pembelajaran
berbasis computer (Computer Based Learning), kelas virtual (VirtualClassrooms)
dan atau kelas digital (Digital Classroom). Materi – materi
dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui
media internet, intranet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit,
telivisi interaktif serta CD-ROM. Definisi e-learning bisa
bervariasi bergantung dari penyelenggaraan kegiatan e-learning tersebut
dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan penggunaanya.
E-Learning pada dasarnya adalah pengaplikasian kegiatan komunikasi,
pendidikan dan pelatihan secara elektronik. Definisi dari ACTD banyak digunakan
atau dijadikan pedoman oleh institusi – institusi pendidikan atau penyedia
layanan atau perangkat e-learning, contohnya learnframe.com yang menyediakan system
manajemen e-learning, atau aplikasi Content Management
System (CMS) e-learning MOODLE yang banyak digunakan oleh institusi
pendidikan konvensional dalam kegiatan Blended Learning-nya.
Berikut beberapa karakteristik e-learning:
1. Interactivity (interaktivitas): tersedianya jalur
komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti
chatting atau messanger atau tidak langsung (Asynchronous), seperti
forum, mailing list atau buku tamu.
2. Indepedency (Kemandirian): fleksibilitas dalam
aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar, dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan
pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa (student-centrered
learning).
3. Accessibility
(aksesibilitas): sumber – sumber
belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan
internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar
pada pembelajaran konvensional.
4. Enrichment (pengayaan): kegiatan
pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan,
memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video
streaming, simulasi dan animasi.
Ke-empat hal tersebut yang
membedakan e-learning dari kegiatan pembelajaran secara
konvensional. Dalam e-learning daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran
tidak lagi tergantung pada instruktur atau guru, karena siswa mengkonstruk
sendiri ilmu pengetahuannya melalui bahan – bahan ajar yang disampaikan melalui interface situs
web. Dalam e-learning pengajar atau lembaga
pendidikan berfungsi sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan.
Fungsi dan
Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran berbasis Web sering kali memiliki manfaat yang banyak bagi
peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran
berbasis web bias menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsure
interaktivitas yang tinggi, menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak
materi pelajaran, serta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya
dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran (contohnya uang
jajan/biaya transportasi sekolah).
Dikarenakan sifatnya yang
maya/virtual, pembelajaran berbasis web dianggap telah memberikan fleksibilitas
terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Penghantaran materi
pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku
pelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini berbentuk data yang bias
di decode (diuraikan) melalui perangkat elektronik seperti computer,
smartphone, telepon seluler atau piranti elektronik lainnya. Disamping beberapa keunggulan
tersebut, pembelajaran berbasis web juga memiliki kelemahan, yaitu kurangnya
interaksi langsung antara siswa dan guru yang disebabkan oleh banyak factor
teknis. Menyikapi hal tersebut, kruse berpandangan, dengan semakin majunya
teknologi internet dan jaringan, dengan semakin lebarnya bandwidth dan semakin
cepatnya koneksi internet beberapa tahun belakangan ini, maka kelemahan
terbesar dari pembelajaran berbasis web ini bias diminimalisasi dalam beberapa
tahun kedepan.
Model Pengembangan Pembelajaran Berbasis
Web
Multimedia pembelajaran berbasis web merupakan perangkat
lunak yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran. Salah satu referensi
pengembangan perangkat lunak adalah pendapat pakar Software Enginering yaitu
Roger S. Pressman. Menurut Pressman (2002: 38), rekayasa perangkat lunak
mencakup tahap-tahap: analisis kebutuhan, desain, pengkodean, pengujian, dan
pemeliharaan.
Salah satu model pembelajaran berbasis web dikembangkan
oleh Davidson dan Karel L. Rasmussen (2006). Model yang dikembangkan oleh
Davidson dan Rasmussen tersebut meliputi tahap analisis, desain, pengembangan,
implementasi, dan evaluasi.
Tahap analisis meliputi analisis masalah dan analisis
komponen pembelajaran. Tahap desain meliputi desain pembelajaran dan desain
software. Tahap pengembangan adalah merakit berbagai komponen desain
pembelajaran dan software menjadi sebuah program pembelajaran berbasis web.
Tahap implementasi terdiri dari implementasi sementara dan implementasi penuh.
Sedangkan tahap evaluasi dibedakan menajdi evaluasi formatif dan evaluasi
sumatif. Pengembangan model pembelajaran berbasis
web perlu memperhatikan komponen strategi pembelajaran. Komponen-komponen utama
dari strategi pembelajaran yang harus dirancang adalah: aktivitas awal pembelajaran,
penyajian materi, partisipasi peserta didik, penilaian, dan aktivitas tindak
lanjut. Aktivitas awal pembelajaran berupa
pemberian motivasi, menumbuhkan perhatian, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan
menjelaskan kemampuan awal yang diperlukan. Penyajian materi meliputi sajian
bahan ajar dan contoh-contoh yang relevan. Partisipasi
peserta didik dibangun dengan adanya praktik atau latihan dan umpan balik.
Penilaian dapat berupa tes kemampuan awal, pretest, dan posttest.
Aktivitas tindak lanjut dilakukan untuk membantu mempertahankan daya ingat
terhadap materi pembelajaran.
Kelebihan dan Kekurangan
Pembelajaran Berbasis Web
Sebagaimana media pembelajaran pada
umumnya, pembelajaran berbasis web pun memiliki berbagai kelebihan dan
kekurangan.
Kelebihan
- Memungkinkan setiap orang dimana pun, kapan pun untuk memepelajari apa pun.
- Pembelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkah dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
- Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pembelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik didalam maupun diluar lingkungan belajar.
- Sangat potenisal sebagai sumber belajar bagi pembelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
- Dapat mendorong pembelajar untuk lebih aktif dan mandiri didalam belajar.
- Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran.
- Menyediakan mesin pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.
- Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.
- Keberh asilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi pembelajar.
- Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.
- Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup.
- Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang eleven, karena informasi yang terdapat didalam web sangat beragam.
- Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.
Pemasalahan
1. Jelaskan Bagaimana teknik evaluasi
pada pembelajaran E-Learning?
2. Bagaimana cara kita memnimalisir
kekurangan dari menggunakan media pembelajaran E- Learning?
3. Jelskan Apakah dalam pembelajaran E-Learning
guru masih berperan aktif dalam pembelajaran tersebut? Lalu, bagaimana jika sekolah
yang tidak mempunyai sarana tersebut?
4. Strategi yang bagaimana kita bisa mengetahui informasi
yang ada di internet itu merupakan informasi yang benar? Jelaskan!