Minggu, 25 Maret 2018

PRINSIP-PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Pada kajian sebelumnya telah membahas tentang landasan teroritis multimedia pembelajaran, pada kajian kali ini kita akan membahas lebih mendalam tentang prinsip-prinsip desain multimedia, tapi sebelum itu ada tahapan yang penting diketahui terlebih dahulu tentang rancangan pesan multimedia pembelajaran. Pesan-pesan multimedia hendaknya dirancang dengan mengikuti cara belajar manusia.
Menurut pendapat Richard E. Mayer yang menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti cara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam merancan pesan multimedia yaitu;
1) memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang tersaji,
2) memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang tersaji,
3) mengatur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal yang koheren,
4) mengatur gambar-gamabr yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren
5) memadukan representasi verbal dan representasi visual secara koheren.

Dengan menggunakan multimedia, informasi dari guru dapat tersampaikan dengan cara yang lebih bermakna kepada peserta didik.ternyata Terdapat banyak teknologi yang tersedia untuk membuat program multimedia yang inovatif dan interaktif. Program multimedia dapat meningkatkan kinerja peserta didik, menyajikan pengetahuan mereka dalam berbagai cara, memecahkan masalah, dan membangun pengetahuan. Pembelajaran berbasis multimedia didasarkan pada ide bahwa pesan-pesan pembelajaran harus dirancang sejalan dengan bagaimana otak manusia bekerja.
seperti yang kita ketahui Dalam proses pembelajaran, multimedia sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. Multimedia terdiri dari tiga level yaitu didasarkan pada alat-alat yang digunakan untuk mengirimkan pesan (media pengirimannya), format-format representasi yang digunakan untuk menyajikan pesan (mode-mode presentasinya seperti gambar, teks dan lain-lain), dan modalitas inderawi yang digunakan pengguna/siswa untuk menerima pesan (pancaindera). Multimedia pembelajaran bukan hanya sekedar perpaduan berbagai media tanpa ada landasan atau pendekatan sebagai dasar pembelajarannya. Berikut akan dibahas mengenai prinsip-prinsip dalam multimedia pembelajaran.                                                                
Prinsip dasar multimedia pembelajaran
  dulu kita pernah membahas landasan landasan teoritis pembelajaran, Setelah membahas mengenai ladasan teorits multimedia pembelajaran, maka hal yang harus diketahui selanjutnya adalah mengenai prinsip  dasar multimedia pembelajaran. Mayer mendefinisikan multimedia sebagai presentasi materi dengan menggunakan kata-kata sekaligus gambar-gambar (Mayer, 2005). Kata-kata disajikan dalam bentuk tulisan ataupun yang diucapkan, dan gambar bisa disajikan dalam bentuk grafik statis (seperti ilustrasi, grafik, foto, dan peta) atau menggunakan grafik dinamis (seperti animasi dan video). Sedangkan menurut Robin & Linda multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer ditemukan beberapa hal yang menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dapatkah dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Seiring dengan kemajuan pendidikan. Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran, yakni : 
1.      Prinsip multimedia
   Artinya dalam prinsip ini , Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.
2.      Prinsip keterdekatan ruang (spatial contiguity principle)
Artimya dalam prinsip ini hal yang paling penting ditonjolkan disini adalah Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan dari pada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.

3. Prinsip keterdekatan waktu
   Pada prinsip ini lebih menekakan Siswa agar dapat proses belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.
 4.      Prinsip Koherensi
   Pada prinsip ini menjelaskan gabungan dari beberapa prinsip diatas akan membuat Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra/tambahan dibuang daripada dimasukkan. Unsure-unsur tambahan yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan on-screen, karena unsure tambahan tersebut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.

5.      Prinsip modalitas
Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen. Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh karena itu dlam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan secara seimbang.

6.      Prinsip redundansi
Pada prinsip ini, Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi darpada animasi, narasi dan tekson-screen. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan informasi kurang maksimal.

7. Prinsip perbedaan individual
Dalam prinsip ini menjelaskan ternyata Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah. Penggunaan multimedia sebainya digunakan pada siswa yang belum mempelajari materi bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memiliki pengetahuan kurang tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitujuga siswa yang kemampuan spasial rendah juga tidak begitu tertarik dengan tampilan multimedia.

  Penerapan prinsip-prinsip desain multimedia dalam pengembangan multimedia pembelajaran akan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar sekaligus akan dapat meningkatkan kualitas tampilan multimedia itu sendiri. Multimedia sesungguhnya proses mengintegrasikan unsur-unsur pesan auditori dan visual menjadi informasi yang relevan sehingga menjadi kunci pembelajaran yang penuh makna. Multimedia pembelajaran akan menjadi efektif apabila sajian terdiri atas unsure gambar dan kata-kata bukan hanya kata-kata saja, bagian yang terkait anatara gambar dan teks atau narasi dan animasi disajikan secara berbarengan, tidak ada unsur-unsur ekstra atau tambahan yang tidak perlu ditampilkan dalam sajian multimedia, adanya keberimbangan pesan antara saluran melalui auditori dan visual, serta memperhatikan perbedaan individual.


Permasalahan

    1. Berdasarkan prinsip-prinsip diatas yang manakah yang lebih berpengaruh dalam pembelajaran? lalu prinsip apa saja yang cocok dengan pembelajaran kimia? Jelaskan!
    2. Apakah prinsip tersebut diterapkan secara bersamaan? dan manakah dari prinsip-prinsip tersebut yang sulit untuk diterapkan? Jelaskan!
   3. Multimedia merupakan proses mengintegrasikan unsur-unsur pesan auditori dan visual menjadi informasi yang relevan sehingga menjadi kunci pembelajaran yang penuh makna. Berdasarkan hal tersebut jelaskan unsur-unsur pesan auditori dan visual yang bagaimana yang harus diintegrasi?

3 komentar:

  1. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan pertama

    Pada dasarnya semua prinsip multimedia itu sangat berpengaruh, karena penerapan prinsip tersebut akan lebih efektif atau lebih baik jika diterapkan secara bersamaan atau dengan kata lain mengkombinasikan prinsip-prinsip tersebut. Anak didik memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Untuk itu kita sebagai calon guru harus bisa membuat multimedia yang baik dan menarik minat siswa untuk belajar berdasarkan prinsip-prinsip dari multimedia tersebut.
    Namun menurut saya prinsip yang paling berpengaruh ialah prinsip Koherensi, karena Pada prinsip ini menjelaskan gabungan dari beberapa prinsip diatas akan membuat Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra/tambahan dibuang dari pada dimasukkan.
    Serta prinsip yang lebih cocok dengan pembelajaran kimia, prinsip diatas merupakan prinsip yang digunakan untuk membuat suatu multimedia, bukan prinsip pembelajaran, nah jadi semua prinsip diatas cocok untuk membuat multimedia sebagai alat yang akan mempermudah guru dalam mengajar.

    BalasHapus
  2. baikalah saya akan menjawab pertanyaan no 2 yaitu Apakah prinsip tersebut diterapkan secara bersamaan? dan manakah dari prinsip-prinsip tersebut yang sulit untuk diterapkan?
    jawabannya tentu saja dapat karena prinsip - prinsip tersebut akan membuat media yang fungsi nya akan berjalan dengan baik dan dapat digunakan untuk saat pembelajaran dan lainnya.untuk memilih prinsip yang sulit digunakan tergantung pada kebutuhan media nya itu sendiri, jadi kita tidak dapat menentukan prinsip mana yang sulit digunakan karna prisip ini akan digunakan sesuai dengan kebutuhan media yang kita gunakan.

    BalasHapus
  3. Jawaban permasalahan 3 :

    Bahan yang disajikan harus mengarah langsung pada masalah yang dibicarakan oleh kelompok, dalam artian harus terarah.
    2) Bahan seyogianya hanya disajikan pada waktu yang tepat sehingga tidak menyebabkan terputusnya kelangsungan berpikir.
    3) Pimpinan sebaiknya mengetahui bagaimana menjalankan alat bantu.
    4) Alat bantu sebaiknya mengajarkan sesuatu, tidak sekedar menayangkan sesuatu.
    5) Partisipasi pelajar sangat diharapkan dalam situasi ketika alat bantu audio visual digunakan.
    6) Rencana mutlak diperlukan untuk membuat bahan yang disajikan dengan alat bantu lebih efektif.
    7) Beberapa alat bantu sebaiknya digunakan.

    aat keseluruhan komponen atau unsur tersebut diperhatikan maka akan muncul ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran yang disampaikan sehingga proses pembelajaran akan penuh makna

    BalasHapus

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN REVOLUSI INDUSTRI ERA 4.0

Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini mema...