Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi.
Namun kadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi.
Artinya materi pelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima
oleh siswa dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat
dipahami dengan baik oleh siswa; lebih parahnya lagi siswa sebagai penerima
pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan guru. Anak didik cepat merasa
bosan dan kelelahan tentu tidak dapat mereka hindari, disebabkan penjelasan
guru yang sukar dicerna dan dipahami. Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa
kebosanan dan kelelahan anak didik adalah berpangkal dari penjelasan yang
diberikan guru simpang siur, tidak fokus pada akar masalah. Untuk menghindari
semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan
media sebagai alat bantu.
Dalam proses
belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena
dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu
dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan
disampaikan dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media sebagai alat bantu
dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat
dipungkiri.
Hakikat Media
Pembelajaran
Secara umum media
merupakan kata jamak dari medium yang berarti perantara atau pengantar;
kata pembelajaran berarti suatu kondisi yang diciptakan untuk membuat seseorang
melakukan suatu kegiatan belajar". Berdasarkan
kedua definisi tersebut, media pembelajaran diartikan sebagai penyalur pesan
atau informasi belajar untuk mengondisikan seseorang (siswa) untuk belajar
(Arif, 2000:1). Hal ini sesuai dengan pendapat Heinich and Russel (1996) bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yg dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang
pikiran, perasaan, kemauan sehingga mendorong terjadinya belajar pada siswa.
Pendapat yang sama disampaikan oleh Rossi dan Bridle (1966) dalam
Wina(2013:163) bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang
dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan.
Dalam tataran praksis
media dapat dirancang melalui lima langkah antara lain:
(1) media
harus dirancang sesederhana mungkin sehingga jelas dan mudah dipahami oleh
siswa;
(2) media
hendaknya dirancang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan;
(3) media
hendaknya dirancang tidak terlalu menjelimet dan tidak membuatanak-anak
menjadi bingung; (4) media
hendaknya dirancang dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat, tetapi
tidak mengurangi makna dan fungsi media itu sendiri;
(5) media
dapat dirancang dalam bentuk model, gambar, bagan berstruktur, dan lain-lain,
tetapi dengan bahan yang murah dan mudah didapat sehingga tidak menyulitkan
guru dalam merancang media dimaksud.
Temuan terakhir bahwa
penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat berimplikasi pada tiga hal,
antara lain pada diri guru, pada diri siswa dan pada proses pembelajaran di
ruang kelas.
Landasan Penggunaan
Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam
proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar.
Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun
beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis
Ada suatu
pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi
baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi.
Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi
dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk
menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya.
Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Jika guru
menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga
diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,
maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses
pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
2. Landasan Psikologis
Dengan
memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan
media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar.
Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas
dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal
agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud
tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik
perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan
pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian
psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit
ketimbang yang abstrak.
3. Landasan Teknologis
Teknologi
pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan,
pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi
pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari
cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan
masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan
terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan
dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun
dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan
sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini
termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
4. Landasan Empiris
Temuan-temuan
penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media
pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar
siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar
dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya
belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh
keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram,
video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan
lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau
ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar
tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional
empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar
kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik
pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
5. Landasan Historis
Yang
dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan
media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam
pembelajaran.
Ciri-Ciri Media
Pembelajaran
Media pembelajaran
sebagai alat penunjang untuk mencapai tujuan pembelajaran maksimal, memiliki
beberapa ciri. Ciri media pembelajaran yang dimaksud adalah hal melekat dalam
sebuah media, sehingga layak atau patut digunakan sebagai media. Gerlach dan
Ely mengemukakan tiga ciri media pembelajaran, yaitu:
1. Ciri Fixative
Ciri ini menggambarkan
kemampuan media pembelajaran merekam, menyimpan, melestarikan, dan
merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek.
2. Ciri Manipulatif
Kejadian yang memakan
waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua atau
tiga menit, misalnya bagaimana proses metamorfosis kupu-kupu dapat dipercepat
dengan teknik rekaman fotografi. Disamping dapat dipercepat, suatu kejadian
dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
3. Ciri Distributif
Ciri distributif media
pembelajaran memungkinkan suatu obyek atau kejadian ditransportasikan melalui
ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar
peserta didik dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian
itu.
Permasalahan
1.
Apa yang menyebabkan kadang-kadang dalam
proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi? Jelaskan!
2.
Jelaskan maksud dari media pembelajaran
dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan sehingga mendorong terjadinya
belajar pada siswa!
3.
Jelaskan
apakah ada persamaan dan perbedaan yang mendasar dalam l andasan penggunaan
media pembelajaran yang telah dijelaskan diatas?
4. Sebenarnya
kan penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran
menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Tapi masih banyak penggunaan media
dalam pembelajaran tidak sesuai yang diharapkan. Mengapa demikian?
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan kedua menurut saya media pembelajaran dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan sehingga mendorong terjadinya belajar pada siswa itu diartikan dengan adanya suatu media pembelajaran maka siswa akan berinisiatif dalam membangun pikiran, perasaan dan juga kemanuannya. Untuk merangsang pikiran dengan penyampaian suatu media makan siswa akan lebih mudah membangun pemahamannya sebagai contoh jika seorang guru hanya menjelaskan saja tanpa adanya gambaran yang sesuai maka siswa belun tentu dapat membayangkannya oleh karena itu jika didalam media tersebut telah dimasukan gambaran/animasi yang sesuai maka hal ini akan membangun pemikiran seorang siswa. Untuk perasaan siswa terhadap media itu merupakan bentuk sebab dari suatu media yakni siswa bisa merasa senang, biasa saja atau tidak merasakan manfaatnya media tersebut. Untuk kemauan hal ini didasarkan apakah dengan penyampaian media tersebut siswa mau untuk belajar lebih atau tidak
BalasHapusBaiklah, saya desi ratna sari akan menjawab permasalahan nomor 1. Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa.
BalasHapusKadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi.
Artinya, materi pelajaran yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh siswa secara optimal, tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Adapun faktor penyebab gangguan komunikasi haitu
1. Kendala bahasa
2. Persepsi
Persepsi terhadap pembicara ataupun pendengar bisa mempengaruhi hasil dari komunikasi yang dilakukan.
3. Pesan tidak jelas
Pesan yang tidak jelas tentu saja akan mengganggu komunikasi yang dilakukan.
4. Media rusak atau terganggu
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3.
BalasHapusSecara garis besar landasan media pembelajaran terdapat empat pokok pembahasan yaitu landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
1.Landasan filosofis berbicara tentang hakekat, mengapa perlu adanya media dalam pendidikan.
2.Landasan psikologis menggaris bawahi bahwa dalam menggunakan media pembelajaran hendaknya seorang guru mengetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa agar nantinya materi yang diajarkan lebih mengena dan lebih mudah dipahami.
3.Landasan teknologis menitik beratkan pada alat- alat yang memudahkan peserta didik dalam pembelajaran.
4.Landasan empiris mengutamakan pada tipe atau gaya belajar peserta didik.
Saya akan menjawab permasalahan nomor 4
BalasHapusMedia pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah penggunaaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan media yang kita pilih.
Dan kenapa media yang digunakan masih belum bisa meningkatkan prestasi siswa, itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik dari guru, siswa maupun kesesuaian media yang digunakan dengan materi yang diajar.
Dari segi guru, tidak semua guru dapat menggunakan media yang dipilihnya itu dengan baik, sehingga penerapan media tersebut yang seharusnya dapat membantu siswa memahami pelajaran jadi malah bingung.
Siswa, tidak semua siswa dapat mengerti dari media yang digunakan dan juga tertarik untuk memperhatikan.
Kesesuaian media yang digunakan dengan materi ajar, dalam hal ini bagi guru yang masih kurang paham prinsip dan penggunaan multimedia pembelajaran maka akan menyebabkan bahwa media yang digunakan tidak sesuai dengan materi tersebut sehingga konsep materinya akan kacau dan membuat bingung. Karena Faktor-faktor diataslah sehingga tujuan multimedia untuk meningkatkan prestasi siswa jadi tidak terlaksana.