Minggu, 25 Maret 2018

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Namun kadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya materi pelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh siswa dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa; lebih parahnya lagi siswa sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan guru. Anak didik cepat merasa bosan dan kelelahan tentu tidak dapat mereka hindari, disebabkan penjelasan guru yang sukar dicerna dan dipahami. Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa kebosanan dan kelelahan anak didik adalah berpangkal dari penjelasan yang diberikan guru simpang siur, tidak fokus pada akar masalah. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan media sebagai alat bantu. 
 Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri.

Hakikat Media Pembelajaran
  Secara umum media merupakan kata jamak dari medium yang berarti perantara atau pengantar; kata pembelajaran berarti suatu kondisi yang diciptakan untuk membuat seseorang melakukan suatu kegiatan belajar".  Berdasarkan kedua definisi tersebut, media pembelajaran diartikan sebagai penyalur pesan atau informasi belajar untuk mengondisikan seseorang (siswa) untuk belajar (Arif, 2000:1). Hal ini sesuai dengan pendapat  Heinich and Russel (1996) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yg dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan sehingga mendorong terjadinya belajar pada siswa. Pendapat yang sama disampaikan oleh Rossi dan Bridle (1966) dalam Wina(2013:163) bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan.
Dalam tataran praksis media dapat dirancang melalui lima langkah antara lain:
(1)   media harus dirancang sesederhana mungkin sehingga jelas dan mudah dipahami oleh siswa;    
(2)  media hendaknya dirancang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan;                              
(3) media hendaknya dirancang tidak terlalu menjelimet dan tidak membuatanak-anak menjadi bingung;                                                             (4)      media hendaknya dirancang dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat, tetapi tidak mengurangi makna dan fungsi media itu sendiri;                
(5)  media dapat dirancang dalam bentuk model, gambar, bagan berstruktur, dan lain-lain, tetapi dengan bahan yang murah dan mudah didapat sehingga tidak menyulitkan guru dalam merancang media dimaksud.
Temuan terakhir bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat berimplikasi pada tiga hal, antara lain pada diri guru, pada diri siswa dan pada proses pembelajaran di ruang kelas.

Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
  Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

2. Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.  Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.  Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. 

Ciri-Ciri Media Pembelajaran
Media pembelajaran sebagai alat penunjang untuk mencapai tujuan pembelajaran maksimal, memiliki beberapa ciri. Ciri media pembelajaran yang dimaksud adalah hal melekat dalam sebuah media, sehingga layak atau patut digunakan sebagai media. Gerlach dan Ely mengemukakan tiga ciri media pembelajaran, yaitu:
1. Ciri Fixative
  Ciri ini menggambarkan kemampuan media pembelajaran merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek.
2. Ciri Manipulatif
  Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua atau tiga menit, misalnya bagaimana proses metamorfosis kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografi. Disamping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
3. Ciri Distributif
  Ciri distributif media pembelajaran memungkinkan suatu obyek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar peserta didik dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.


Permasalahan

   1.    Apa yang menyebabkan kadang-kadang dalam proses pembelajaran    terjadi kegagalan komunikasi? Jelaskan!
   2.    Jelaskan maksud dari media pembelajaran dapat merangsang pikiran,    perasaan, kemauan sehingga mendorong terjadinya belajar pada siswa!
   3.    Jelaskan apakah ada persamaan dan perbedaan yang mendasar dalam l   andasan penggunaan media pembelajaran yang telah dijelaskan diatas?
 4. Sebenarnya kan penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Tapi masih banyak penggunaan media dalam pembelajaran tidak sesuai yang diharapkan. Mengapa demikian?  

  


4 komentar:

  1. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan kedua menurut saya media pembelajaran dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan sehingga mendorong terjadinya belajar pada siswa itu diartikan dengan adanya suatu media pembelajaran maka siswa akan berinisiatif dalam membangun pikiran, perasaan dan juga kemanuannya. Untuk merangsang pikiran dengan penyampaian suatu media makan siswa akan lebih mudah membangun pemahamannya sebagai contoh jika seorang guru hanya menjelaskan saja tanpa adanya gambaran yang sesuai maka siswa belun tentu dapat membayangkannya oleh karena itu jika didalam media tersebut telah dimasukan gambaran/animasi yang sesuai maka hal ini akan membangun pemikiran seorang siswa. Untuk perasaan siswa terhadap media itu merupakan bentuk sebab dari suatu media yakni siswa bisa merasa senang, biasa saja atau tidak merasakan manfaatnya media tersebut. Untuk kemauan hal ini didasarkan apakah dengan penyampaian media tersebut siswa mau untuk belajar lebih atau tidak

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya desi ratna sari akan menjawab permasalahan nomor 1. Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa.
    Kadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi.
    Artinya, materi pelajaran yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh siswa secara optimal, tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Adapun faktor penyebab gangguan komunikasi haitu
    1. Kendala bahasa
    2. Persepsi

    Persepsi terhadap pembicara ataupun pendengar bisa mempengaruhi hasil dari komunikasi yang dilakukan.
    3. Pesan tidak jelas

    Pesan yang tidak jelas tentu saja akan mengganggu komunikasi yang dilakukan.
    4. Media rusak atau terganggu

    BalasHapus
  3. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3.
    Secara garis besar landasan media pembelajaran terdapat empat pokok pembahasan yaitu landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
    1.Landasan filosofis berbicara tentang hakekat, mengapa perlu adanya media dalam pendidikan.
    2.Landasan psikologis menggaris bawahi bahwa dalam menggunakan media pembelajaran hendaknya seorang guru mengetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa agar nantinya materi yang diajarkan lebih mengena dan lebih mudah dipahami.
    3.Landasan teknologis menitik beratkan pada alat- alat yang memudahkan peserta didik dalam pembelajaran.
    4.Landasan empiris mengutamakan pada tipe atau gaya belajar peserta didik.

    BalasHapus
  4. Saya akan menjawab permasalahan nomor 4

    Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah penggunaaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan media yang kita pilih.
    Dan kenapa media yang digunakan masih belum bisa meningkatkan prestasi siswa, itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik dari guru, siswa maupun kesesuaian media yang digunakan dengan materi yang diajar.
    Dari segi guru, tidak semua guru dapat menggunakan media yang dipilihnya itu dengan baik, sehingga penerapan media tersebut yang seharusnya dapat membantu siswa memahami pelajaran jadi malah bingung.
    Siswa, tidak semua siswa dapat mengerti dari media yang digunakan dan juga tertarik untuk memperhatikan.
    Kesesuaian media yang digunakan dengan materi ajar, dalam hal ini bagi guru yang masih kurang paham prinsip dan penggunaan multimedia pembelajaran maka akan menyebabkan bahwa media yang digunakan tidak sesuai dengan materi tersebut sehingga konsep materinya akan kacau dan membuat bingung. Karena Faktor-faktor diataslah sehingga tujuan multimedia untuk meningkatkan prestasi siswa jadi tidak terlaksana.

    BalasHapus

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN REVOLUSI INDUSTRI ERA 4.0

Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini mema...